Langsung ke konten utama

TUGAS GEOGRAFI KELAS X SMA PENGARUH KEDALAMAN LAUT

  1. Semakin dalam kedalaman air laut maka suhu akan semakin menurun dan akan menghangat lagi, setelah kedalaman 4.000 meter. Menurut Nontji (2005), adanya radiasi matahari yang tinggi pada siang hari, menyebabkan lapisan permukaan perairan memiliki suhu dengan massa air hangat, sedangkan berdasarkan pada kedalaman suhu akan semakin menurun dan akan mengalami penurunan yang sangat cepat pada kisaran kedalaman antara 50-300 meter.
  2. Pengaruh kedalaman laut terhadap organisme laut didalamnya adalah makhluk pada laut dalam berbeda dengan makhluk pada permukaan laut, yang tentu saja untuk beradaptasi dengan keadaan sekitarnya, sebagai pertahanan dan terhindar dari predasi, sinyal kawin dll.
  3. Pengaruh kedalaman laut terhadap endapan laut adalah perubahan jenis endapan dan material yang terkandung didalamnya. Pada umumnya sedimentasi laut berasal dari sisa organisme yang mati atau bahan anorganik. Beberapa jenis endapan berturut-turut dari pantai ke laut adalah:
  • Endapan terigen adalah endapan yang terdiri atas material halus terutama material dari daratan hasil erosi sungai.
  • Endapan globigerina adalah endapan yang teridri atas sia-sisa binatang dan tumbuhan yang telah mati terutama terusun atas kalsium karbonat dan asam silikat. Lumpur ini biasa muncul di kedalaman 2.000 - 4.000 m.
  • Endapan radiolaria atau lumpur laut Merah adalah endapan yang berasal dari hasil letusan gunung api di dalam laut dan sebagian lain dari sisa binatang amat kecil yang punya rangka berbahan silikat. Endapan ini terdapat di laut dalam antara 4.000 - 7.000 meter. 
  1. Pengaruh kedalaman laut terhadap kadar oksigen adalah semakin dalam dan gelap perairan maka kadar oksigen juga semakin menurun. Kandungan normal oksigen (O2) di dalam udara adalah sekitar 20,9 %, sementara kandungan oksigen di dalam air bisa lebih rendah lagi sebesar 1%. Namun, nilai ambang batasnya berbeda-bedadi seluruh dunia. Kondisi kurangnya kandungan oksigen ini disebut sebagai hipoksia, yang bisa terjadi secara alami maupun sebagai akibat dari aktifiats manusia.

Postingan populer dari blog ini

MENGURAI GLOBALISASI: WUJUD BUDAYA DAN PERUBAHAN SOSIAL DI JABODETABEK

A. PENGERTIAN GLOBALISASI Pengaruh globalisasi dalam dunia yang semakin terhubung secara global telah menjadi perhatian utama dalam berbagai bidang. Dalam era globalisasi ini, batasan-batasan geografis semakin terkikis, memberikan ruang bagi pertukaran informasi, ide, produk, dan budaya yang lebih intensif dan cepat. Fenomena ini tidak hanya membawa manfaat yang signifikan, tetapi juga menimbulkan tantangan dan perdebatan yang kompleks. Menurut Anthony Giddens, globalisasi adalah proses di mana dunia semakin terhubung melalui pertukaran informasi, ide, produk, dan budaya secara global. Ia berpendapat bahwa globalisasi melibatkan percepatan interaksi dan interdependensi antara negara-negara, serta melampaui batasan-batasan geografis dan politik. Giddens juga menekankan bahwa globalisasi memiliki dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk ekonomi, politik, sosial, dan budaya (Giddens, 19

TUGAS GEOGRAFI KELAS X SMA BAB HIDROSFER

PERTANYAAN   Jelaskan aktivitas manusia (minimal 3) yang dapat mengganggu proses siklus hidrologi serta dampak yang ditimbulkannya.   JAWABAN   Kegiatan manusia yang memengaruhi siklus air adalah penebangan hutan secara liar. Pembukaan lahan untuk pertanian dan perkebunan. Pembangunan perumahan dan perindustrian. Pembangunan jalan tol dan jalan raya di perkotaan dan desa.   Penebangan hutan liar yang menyebabkan banyaknya lahan kosong sehingga air yang turun tidak terserap oleh tanah. Pembangunan jalan dengan menggunakan aspal dan beton untuk membuat jalan tol dan jalan raya. Aspal dan beton menghalangi air untuk meresap ke dalam tanah. Pembakaran hutan yang dapat menyebabkan struktur tanah dan juga tandus. Tidak menanami lahan-lahan yang kosong dengan tanaman, tetapi mengubah lahan-lahan tersebut menjadi daerah pemukiman. Berkurangnya daerah resapan air di daerah perkotaan sehingga mengakibatkan sungai, danau, dan daerah penampungan air menjadi kering. Apabila kering, maka men

TRANSFORMASI DAN ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR INDONESIA

A. PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL DAN MASYARAKAT PESISIR Dalam era yang terus berkembang ini, perubahan sosial menjadi fenomena yang tidak dapat dihindari. Perubahan tersebut melibatkan berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks masyarakat pesisir Indonesia. Sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia, pemahaman yang mendalam tentang perubahan sosial pada masyarakat pesisir menjadi sangat penting. Jan Flora dan Arnold P. Goldsmith menggambarkan perubahan sosial sebagai dinamika sosial dan transformasi struktur sosial yang melibatkan perubahan dalam pola hidup, mata pencaharian, dan pola kekerabatan dalam masyarakat (Flora & Goldsmith, 2003). Dalam konteks masyarakat pesisir, perubahan sosial dapat mencakup pergeseran dalam mata pencaharian dari perikanan tradisional ke sektor pariwisata atau industri lainnya, serta perubahan dalam struktur keluarga dan pola kekerabatan yang dap